I am at a payphone, trying to call home.
All of my change I spent on you.
Where have the times gone?
Baby, it’s all wrong.
Where the plans we made for two?
I’m listening “Payphone” a song by Maroon5 but covered by Gamaliel and Audrey. Nice song and remind me about something. About someone. We called it ‘Kenangan’ and ‘Mantan’. M-A-N-T-A-N katanya saat kita memasukkan kata tersebut ke search enginengnya Google, maka yang keluar adalah ‘SETAN’ hahaha..
Kita punya banyak cerita. Dan perjalanan hidup kita tak ubahnya seperti sebuah buku dengan beribu halaman. Beberapa halaman sudah terisi dengan berbagai hal yang telah kita lalui. Kita menyebutnya masa lalu. Dan saat ini, dimana kita mengisi perjalanan hari ini adalah sebuah halaman yang tengah bercerita. Ribuan lembar lagi sudah menunggu perjalanan kita. Kita menyebutnya masa depan.
Masa lalu punya banyak cerita. Kita punya banyak luka. Kita punya cara untuk menyembuhkan luka itu, atau luka itu punya banyak cara melumpuhkan kita.
Kehilangan seseorang membuat daftar luka kita bertambah. Kehilangan dia yang dulunya sering hadir dan menjadi salah satu dari sekian alasan mengapa dunia kita terlihat lebih cerah, justru berhasil membuat awan di dunia kita menjadi kelabu. Kejadian menyedihkan yang bernama kehilangan itu merobohkan pertahanan kekuatan batin kita. Banyak yang berpura – pura kuat saat akhirnya kehilangan meninggalkan goresan luka yang dalam. Banyak yang berhasil menipu banyak orang dengan senyuman dan tawanya ketika kehilangan memunculkan pertanyaan sok simpatik, “Baik baik jeko nah?”