Selasa, 07 Januari 2014

Bla Bla Bla

I am at a payphone, trying to call home.
All of my change I spent on you.
 Where have the times gone? Baby, it’s all wrong.
Where the plans we made for two?

I’m listening “Payphone” a song by Maroon5 but covered by Gamaliel and Audrey. Nice song and remind me about something. About someone. We called it ‘Kenangan’ and ‘Mantan’. M-A-N-T-A-N katanya saat kita memasukkan kata tersebut ke search enginengnya Google, maka yang keluar adalah ‘SETAN’ hahaha..

Kita punya banyak cerita. Dan perjalanan hidup kita tak ubahnya seperti sebuah buku dengan beribu halaman. Beberapa halaman sudah terisi dengan berbagai hal yang telah kita lalui. Kita menyebutnya masa lalu. Dan saat ini, dimana kita mengisi perjalanan hari ini adalah sebuah halaman yang tengah bercerita. Ribuan lembar lagi sudah menunggu perjalanan kita. Kita menyebutnya masa depan.

Masa lalu punya banyak cerita. Kita punya banyak luka. Kita punya cara untuk menyembuhkan luka itu, atau luka itu punya banyak cara melumpuhkan kita.

Kehilangan seseorang membuat daftar luka kita bertambah. Kehilangan dia yang dulunya sering hadir dan menjadi salah satu dari sekian alasan mengapa dunia kita terlihat lebih cerah, justru berhasil membuat awan di dunia kita menjadi kelabu. Kejadian menyedihkan yang bernama kehilangan itu merobohkan pertahanan kekuatan batin kita. Banyak yang berpura – pura kuat saat akhirnya kehilangan meninggalkan goresan luka yang dalam. Banyak yang berhasil menipu banyak orang dengan senyuman dan tawanya ketika kehilangan memunculkan pertanyaan sok simpatik, “Baik baik jeko nah?”
atau pernyataan sok mengerti, “sudahmii, lupakammi saja. Saya ngerti ji perasaanmu, kalo jodohko ketemu jeko itu.”

Hahaha.. I wanna scream on their ears that, ‘Kau nda mengerti. Kau nda mengerti sama sekali perasaanku. Sakitnya yang kau rasa beda sama yang kurasa!!”

Dan pada akhirnya kehilangan memang kepastian yang tertunda. Setiap dari kita mengalaminya. Suka atau tidak, kehilangan itu akan kita rasakan. Sama seperti kematian, kita hanya perlu mempersiapkan diri. Tidak sedikit efek kehilangan membuat orang menjadi agak gila, over galau dan terlalu berputus asa. Tidak sedikit orang yang mengalaminya mampu berubah menjadi actor/aktris paling berbakat. Tidak sedikit yang berpura – pura bahagia. Tidak sedikit yang berpura – pura ikhlas. Tidak sedikit yang pada akhirnya selalu menangis di ujung malam.

Dan perjalanan waktu memang memiliki sejuta cara untuk menjawab setiap kejadian di hari kemarin. Kehilangan hari ini bisa jadi menjadi gerbang pertemuan di hari esok. Pertemuan dengan dia yang mungkin tidak sempurna, yang mungkin jauh dari harapan kita, jauh dari kriteria kita, namun mampu memperjuangkan kita meski kita sendiri telah lelah untuk berjuang.

Hidup ini bukan drama Korea. Bukan drama Boys Before Flowers dimana Gu Jun Pyo mau terus berjuang meski keluarganya menentang.
Bukan Geum Jan Di yang mau terus bertahan meski Gu Jun Pyo kehilangan ingatannya. Hidup ini bukan drama The Heirs, dimana Kim Tan bisa jadi orang paling gila saat kehilangan Cha Eun Sang.

Hidup ini nyata adanya. Bukan sinetron yang mudahnya tertukar menjadi anak orang kaya. Bukan drama Korea yang rela berjuang tanpa penyesalan.

Pernah suatu hari di Twitter tertera kalimat singkat dari sebuah akun anonym local. “Perjuangkan seseorang yang juga mau berjuang sama-sama kau, bro. Kalo kau ji yang berjuang sendirian, tuskammii!”

Yup! Pada akhirnya, ketulusan memang hanya ada di cerpen – cerpen tahun gajah, drama Korea yang memimpikan angan, di novel – novel kacangan.

Pada akhirnya, ketulusan hanya akan menimbulkan kesakitan saat kita sadar bahwa ternyata lelah rasanya berjuang sendirian. Sayangnya, ego masih terlalu kuat untuk memastikan bahwa ketulusan itu murah harganya dan harus dibayar mati oleh sebuah kehilangan. Sayangnya, kita lupa bahwa ‘rasa’ itu miliknya hati bukan logika. Dan ego ada sodara seperguruan logika. Atau mungkin, hati kita masih belum mampu mengecam arti ketulusan yang sebenarnya. Hingga mereka – mereka yang sempat singgah berakhir pada sebuah kehilangan dan berhasil menyandang gelar ‘mantan’.

1 komentar:

  1. dan ketika kita menjalani hubungan, mngkin kita akan selalu brfikir bahwa qt akan bersamanya selamanya, akan tetapi jalan kehidupan terkadang bisa merubahnya. tergantung bgmna cara kita membuat hubungn yg dijalani terasa indah dan nyaman

    BalasHapus