Kamis, 16 Agustus 2012

Satu Nama, Satu Cerita. Our Teacher

Apa sih yang pertama kalian pikirkan saat mendengar ataupun membaca kata "guru" ? Seorang lelaki atau wanita dengan sebuah spidol dan tengah bercuap-cuap di depan kelas? Pengajar yang hobi kasih PR menumpuk sampe enggak tanggung-tanggung? 

Menurut gue, guru ada sosok yang paling penting dalam masa penjajakan, pendidikan dan penjajahan. Penjajakan karena mereka ada sejak saat kita mulai bisa mengamati dunia luar. Pendidikan karena mereka yang sering mengajari kita tentang hidup ini, entah itu moral, sains, hitung-hitungan, sosial ataupun yang lainnya. Penjajahan, karena menurut gue ketika mereka kasih PR itu di luar batas kemampuan, kesanggupan, keinginan murid-muridnya.

Oke men, malam ini gue mau cerita tentang guru-guru gue. Beberapa guru yang selalu mampir di pikiran gue ketika gue dan teman-teman SMA gue yang lainnya sedang ngumpul. Berbagai sosok dan karakter yang tidak hanya mengajarkan kami pendidikan di bangku sekolah, tapi juga mampu membuat kami memahami bahwa seperti apapun sosok guru itu, someday we will miss them. Again. Again. And again.

SMA gue dulu itu bukan termasuk SMA favorite dan unggulan. Bangunannya tidak semegah dan sekeren sekolah-sekolah lainnya. Tapi fashion guru-gurunya mungkin patut diacungi jempol. Setidaknya gue masih ingat kata-kata salah seorang teman gue saat pertama kali ngeliat Ibu Yaya, guru Agama gue, berjalan di koridor kelas.

"Beuugghh, liat ko weh. Itu ibu Yaya toh? Cantiikkkkk naaaaaa," kata Tamy.

"Pintar ki juga fashion selain cantik wajah," kata gue sambil memerhatikan Ibu Yaya yang emang cantik. Dia udah punya anak tapi tetep cantik. Selain itu, Ibu Yaya baik banget.

Rabu, 15 Agustus 2012

No Mention

Kali ini, gue mau ngeposting tentang apa yang gue lihat dari teman-teman gue. Sisi lain yang jarang sekali mereka tampakkan. Sisi lain yang justru membuat gue merasa kalo ternyata, mereka ternyata kadang-kadang "melow" juga. Sisi lain yang mungkin sering kita alami namun kita tampakkan dengan cara yang berbeda.

Malam itu, gue jadi stalker lagi. Ngintip timeline orang-orang yang menurut gue lagi seru buat diperhatikan.  Gue emang  biasa kepo tentang apa yang gue liat dan apa yang gue dengar. Kali ini perhatian gue tertuju status teman gue yang juga salah satu member Comet. Nawi. Lengkapnya, Muhammad Nawawi Mughni. Begitu kalau saya tidak salah ingat.

Gue stalking wall facebooknya. Lo tau kan facebook itu apa? *gampar

Dia lagi galau. Emang udah beberapa hari itu, santer terdengar kalo dia putus sama pacarnya yang udah 3 tahun sama-sama. Alasannya simple, bosan. Kejam. Sadis. Padahal biasanya yang bisa sesadis itu yah cowok-cowok, tapi ternyata kali ini berbeda ceritanya.

Gue tau, Nawi sayang banget sama dia. Keliatan dari matanya. Keliatan dari caranya mempertahankan perasaan dan hubungannya walaupun dia berada di Bandung. Bukan hal mudah bagi seorang cowok untuk tetap setia saat jarak memisahkan. Tapi ternyata teman gue yang satu itu bisa. Gue salut. Dia memang gila, tapi tidak dengan perasaannya untuk menggilai banyak cewek. Cukup satu cewe yang dia gilai. Nurul.

"Gue manusia biasa yang gak bisa membendung perasaan. Gak peduli dengan pandangan mereka yang mengatakan bodohnya gue. Gue menunggu dan mencoba bertahan. Gak peduli dengan omongan mereka yang mengatakan perbuatan gue sia-sia. Mungkin, buat mereka yang tahu usaha gue yang 'sebenernya', mereka gak hanya memotivasi gue, tapi nemenin gue di titik terlemah gue. Dan mereka yang melihat dengan kasat mata, hanya akan menunjukkan simpati dengan kata- kata

Selasa, 14 Agustus 2012

A Thousand Years (When I losing my idea to posting new entri)

Okeh men, malam ini gue enggak punya ide apa-apa buat postingan baru. Tadinya mau ceritain masalah kain gorden yang di pake Comet buat praktek menjahit, tapinya belum dapat gregetnya *lho?
Jadi gue mau share lirik lagu yang sekarang sedang kalian dengerin pas ngebuka blog ini. Sebenarnya sih semua udah pada tau kan? Tapi masalah paling utama itu, sebagian dari temen-temen Comet gue pada nyanyi enggak bener kalo lagu berbahasa Inggris. Paling megap-megap enggak jelas, sok tau lagunya padahal dengar aja baru kali ini. Hahahah .. piss men :p

Okeh this is it! OST. Breaking Dawn Part I, Christina Perri - A Thousand Years


Heartbeats fast 
Colors and promises 
How to be brave 
How can I love when I'm afraid to fall 
But watching you stand alone 
All of my doubt suddenly goes away somehow 
One step closer 

I have died everyday waiting for you 
Darling don't be afraid I have loved you 
For a thousand years 
I love you for a thousand more 

Time stands still 
Beauty in all she is 
I will be brave 
I will not let anything take away

Senin, 13 Agustus 2012

Flashback: Kue Donat Batu Dari Afrika

Hari itu pelajaran Biologi. Gurunya adalah wali kelas kami selama 2 tahun. Perjuangan mempertahankan beliau untuk menjadi wali kelas kami sama susahnya memperjuangkan baterai hape yang sudah mau lowbat sedangkan kita masih mau sms-an. Gak nyambung? Okesip! Lupakan,,

"Kalian bagi kelompok sendiri mii nah. Karena kalo ibu lagi yang bagi, pasti protes terus jii. Jadi kalian mi yang bagi saja. Nanti kue donatnya di kumpul minggu depan," kata ibu Salma hari itu.

Tadinya gue berpikir, kenapa pelajaran biologi tiba-tiba disuruh bikin kue donat? lama kelamaan gue ngerti kalo ternyata ada unsur di kue donat yg berhubungan dengan pelajaran itu. Mungkin.

"Weh, sama meki nah. Kau, saya, tamy, werni, ririn, tulla" kata Ucy, temen gue yang pada postingan sebelumnya udah gue ceritain secara singkat karakternya seperti apa. Gue mengangguk setuju sajalah. Secara gue enggak punya bakat sama sekali dalam hal masak meamasak ato buat membuat kue. Kecuali dalam hal pencicipan rasa, mungkin gue bisa diandalkan.

"Rin, kau satu kelompok sama saya saja nah? ada ji tamy , werni sama dilla juga," lanjutnya lagi sambil berbicara ke arah Ririn a.k.a Parit.

"Saya terserah jii, cy. Yang jelas ada jii nilaiku kodong," ririn pasrah.

"Saya iyyah, ucy? nda ada temanku kodong," celetuk tulla.

"Iyoo, gabung meko sama kita-kita. nda rugi ko pasti," ucy meyakinkan.

Ini apa?

Bismillahirrahmanirrahim ..

Mulai blogging lagi. Tadinya sudah punya dua blog yang tidak terawat. Ibarat anak, sudah terlantar ditinggal orang tuanya yang pergi ke dunia antah berantah. Dua blog itu tadinya dibuat sebagai pelampiasan perasaan yang tidak menentu. Tapi karena kesibukan yang membuat perasaan itu jadi lebih baik, makanya dua blog tadi akhirnya di abaikan. Dan kini jadi butiran debu. Heheheh ..

Blog kali ini semoga lebih fresh dari kemarin-kemarin. Penampilannya lebih childish. Semoga tidak ada curhatan-curhatan ababil lagi. Setidaknya mungkin, keinginanku selama ini untuk membuat tulisan-tulisan kecil bisa tersalurkan di sini.

Selain itu, sangat berharap besar bagi teman-teman yang entah mengapa tiba-tiba terdampar di blog ini dan mulai larut dalam tulisan-tulisan selanjutnya, bisa meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar. Thankz for reading, guys! 

COMET, satu bagian yang terlupakan!

Comet! Sudah dua tahun lebih setelah kelulusan. Mulai banyak perubahan setelah hari itu. Hingga terlintas dipikiranku bahwa aku ingin menulis. Aku ingin mengenang masa-masa itu. Saat konyol yang sulit terlupakan. Bagian dari perjalanan hidupku, hidup mereka, hidup kami. Cerita singkat yang kadang jika kembali teringat, tiba-tiba membuncahkan rasa rindu itu. Hahaha! Aku cinta kalian, cometku!

1. Eka
Miss Brrrr .. Konyol. Aneh. Gila. Sarap juga. Dia mii yang paling suka diganggui sama Dian yg notabene-nya jadi tukang ojek dulu.
"Astaga, Diannn.. Nda pernahka bilangi jelle' motormu. Nah motormu mii itu yg paling bagus!"