Comet!
Sudah dua tahun lebih setelah kelulusan. Mulai banyak perubahan setelah hari itu. Hingga terlintas dipikiranku bahwa aku ingin menulis. Aku ingin mengenang masa-masa itu. Saat konyol yang sulit terlupakan. Bagian dari perjalanan hidupku, hidup mereka, hidup kami. Cerita singkat yang kadang jika kembali teringat, tiba-tiba membuncahkan rasa rindu itu. Hahaha! Aku cinta kalian, cometku!
1. Eka
Miss Brrrr .. Konyol. Aneh. Gila. Sarap juga. Dia mii yang paling suka
diganggui sama Dian yg notabene-nya jadi tukang ojek dulu.
"Astaga, Diannn.. Nda pernahka bilangi jelle' motormu. Nah motormu mii itu yg paling bagus!"
hahahaha!
hahahaha!
2. Ucy
"Wehh! Kau semua nah! Kodi! Teja saya deh kalo warna begitu baju persatuanta!
Tanja' na ehh!"
atau
"Deh, dill! Ngertiko dule perasaanku. Kah nda tau bemana maa' bisa jelaskanki kodong sama dia!"
Miss Koro-koro yang mo'jo terus kalo kemauannya nda dituruti. Deh! Jan lalo! Aslinya mii -_-)
3. Uni
Cantik. Tinggi sekali (kah saya yg kependekan!). Hobi lebay. Manja.
"Please deh, juwiii .. Jan meko malu-malu akui kalo cantikka. Kah kalo nda adaka, kangen tonjeko toh?"
atau<
"Accang kah dehh.. Janko dulu gangguka deh! Sibukka ine!"
Dustaaakkk -_-
4. Dewi
Beuh! Ini mii. Paling romantisnya kelas ta dulu. Assala' nda ada na bikin, tidur mii itu seng. Ato menelvon kii. “Dil, sudah meki tugas fisika ta? Nda menger ka kerjaii."
5. Dian
Ini mii yang dicari sama Polsekta setempat. Orang gila yang selalu berhasil melarikan diri. Tiba-tiba muncul dipermukaan dengan penampilan yang .. busyet! Dian
jii ini?
"Kau, eka! Motor na siapa yang kalah cantik ki motorku? Motor na nawawi? Iyoo?"
"Deh! Dilla cantik na ini hari. Bilang saii ko di mama' nu kalo nda ada jii pe-er fisika nah? Kusayangmu dilla!"
ngeeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkkk :P
6. Dilla
Ca'di. Koro-koro. Cempreng. Sarap.
"Nda mau ja, saya nah! Pokoknya itu tugas kimia selesai besok! Kalo nda kau setor nanti malam di rumahku itu pembagian tugas ta, nda ku tulis namamu di laporan!"
Ihh! Rewa!
7. Fatma
"Harap hargai moderator!"
itu jii yg bikinka selalu ketawa kalo ingat Fatma. Marah-marah kii gara-gara nda ada tawwa orang perhatikan ki pas diskusi kelompoknya. Hahahahaha ..
8. Fitri
Hahahahahahahaha .. kepala sekolayya de-eh! Ini mii sebenarnya orang paling ku kangeni di comet. Aslinya mii!
Ibu Kimia : Fitri, konfigurasikan 8O!
Fitri : (Nyengir kuda)
Hahahahaha!
9. Gege
Miss Debate! Aslinya moo! Kalo Gege mii yg bicara, kayaknya agak la'bu mii itu. Na dengar mii bunyi lonceng, masih saja mo na lanjut debatnya.
"Seperti yg dikatakan oleh Saudari Faradilla Alvionita bahwasanya terlihat saat ini pemerintahan (bla bla bla bla ..)"
cape!
10. Any
Siapa mo cari bedak? Temui mii, Any!
Saya: Wehh, mau ko kemana, any? Ada mii itu Pak Muin eh!
Any: Tunggu dulu, Dila! Kulupai ambil bedakku di laci (dengan suara gemulainya)
Wihhhh ..
11. Nidya
"Hahahahaha", "Hihihihihih", "Sembarangnya ine gang!"
Tipikal orang yang terlalu murah senyum. Dikeluarkan dari kelasnya Ibu Rika sekalipun tetap saja cengengesan!
12. Juhe
Air tenang menghanyutkan! Seperti ini mii contohnya. Datang ke sekolah. Sampai di sekolah baca buku KIMIA ato FISIKA ato kerja soal-soal. Jadi nda salah kalo dia pintar!
"Dila, ini toh .. kau kalikan dulu. Kuadratkan hasilnya baru cari mii persamaannya di halaman sekian!"
13. Rista
Miss Lale! Hahahaha! Istri ke 2 nya bede' Pak Amri sebelum ningso! Tipikal orang yg badmoodan! Jan berani pinjam apa-apanya tanpa izin. Na makanko itu!
"Edede! Ballisikku ja saya deh! Siapa lagi yg pake sisirku kah baru nda kasih kembali ! Sisir baru itu kawe!"
14. Juwi
Orang paling narsis sepanjang jagad. Hobi menari ala penari ballet ugal-ugalan. Cadel. Anehnya dia jago maen basket. Nda mau rugi juga!
"Dila!Plis deh .. kamu ga tau yah kalo Juwi itu paaaaaaalllliiiinnggg baek
sepanjang masa? Hahaha" ato “Sudah pii semua orang bayar baru bayarka saya deh! Siapa tau ada jii lebihnya!"
Wow!
15. Menur
Orang aneh! Hobi nyanyi dengan suara dalam ala Widy Vierra ato Gita Gutawa tanpa tau kalo kami yang mendenngarnya bisa mendadak togeang kayak Pak Amri. Pake headset dengan volume suara diambang batas.
"Kakak dila! Bukan Menur namaku, tapi MURNI!"
Kupikir kii!
16. Faidah
Tipe keibuan. Baik. Selalu setia ajarka renang padahal sampe sekarang nda bisa-bisa paa'!
"Coba mii, Dila. Nda saya lepas ji tanganta. Nda tenggelam jeki itu."
baru sempat nda kelihatan meka di permukaannya kolam renang -__-"
17. Lindah
Suka nelvon. Nda tau pake kartu apa itu sampe setia setiap saat nelvon. Asalkan nda ada mii itu dibangkunya berarti ada mii di pojok dengan posisi strategis supaya bisa nelvon tanpa ketahuan guru. Bagus, nak!
18. Buntu
Orang paling gila. Sarap. Aneh. Konyol. Tapi bikin kangen!
“Wehh, deretannya bangku ta saking to buntu! Edede! Bemana bisa ka berkembang kalo satu deretanka sama orang gila semua !" (sambil menunjuk Rene,
Rista, Ningso, Juwi).
19. Ningso
Ini paling pore! Ke sekolah cuma buat diikatkan rambutnya. Istri ke 3 nya Pak Amri. Suka ketawa-ketawa sendiri. Paling nda mau dipinjam tipe-x nya karena selalu bede' hilang penutupnya.
"Weh! Kau semua nah! Jan meko pinjam-pinjam tipe-x ku deh! Selalu pinjam baru nda pernah utuh kalo kembali! Beli ko ngaseng!"
Dehhhh .. PEDIS!
20. Nana
Orang super cuek. Aneh juga. Pintar. Koro-koroang musiman. Jago biologi.
Saya: "Na, sudah meko LKS Biologimu nah? Liat dule!"
Nana: "Apa ko bikin di rumah kah? Edede! Biar 1 nda ada tompi selesai? Ckkckck! Mo jadi apa bangsa ini?"
Gubrakkk -_-)"
21. Ene
Ini pelopor gilanya Comet. Orang paling lale juga sebelum Rista. Kalo mengarah-mengarah ke hal-hal negatif mii itu, paling cepat na tangkap!
"Hahahaha! Masih kecilko ade' Dilla! Nda pantas peko dengar begitu-begituan!"
Tapi dia tommi yang sering ditempati curhat masalah cinta.
"Dill, itu mi kubilang. Kau jan selalu pake emosimu. Kah itu cowok .. bla bla bla bla!"
22. Suci
Ini yg paling jago olahraga. Pendiam ki juga sebenarnya. Nda gila jii juga. Tapi karena sudah masuk mii di Comet, ikut-ikutan mii gila. Apalagi sebangkui sama Juwi. Sudah!
"Dil, kau itu kalo pagi .. lompa'-lompa' ko. Supaya bisako tinggi!"
Hhhhhhh ..
23. Miyong
Miss attention! Assala' dia mii yg bicara depan umum, harus mii itu di dengar.
“Wehh, teman-teman! Kan mau meki porsenika toh, jadi bagusnya bikinki lagi baju persatuan baru. Jan kii do' mau di kalah sama kelas lain!"
Iya orang kaya!
24. Ayu
Pendiam ki. Misterius. Cenderung lebih suka bergaul sama Dewi dkk daripada sama saya, Ucy, Miyong, Dian, Werni. Mungkin karena kami gila dii'? Ckkckck ..
25. Werni
Deh. Ini mii aslinya. Childish. Koro-koroang. Sarap. Mau terus di turuti maunya. Paling ribut di kelas. Suka bersendawa kapan saja dan dimana saja. Kalo bicara, menusuk! Pedis!
"Wehhh! PERHATIAN! NYONTEKKI DILLA SAMA SAYA KAWE! MALU-MALU KU JAH!" ato "Wee Tulla! Rantassa' ine! Cuci saii itu sepreimu! Ededede! Berapa tahun mii itu nda di cuci kah?"
26. Accang
Ketua kelas yg jago nyanyi. Kalo ada apa-apa, paling bilang "Saya terserah jii kalian."
Saya: "Accang, bemana mii ini? Marah mii nanti ibu kalo nda dikumpul ini tugas."
Accang: "Saya terserah jii kalian."
27. Alam
Orang yang datang ke sekolah cuma maen bola. Baru datang. Simpan tas. Liat odo'-odo' na ari jauh. Keluarkan uang dari kantong celana. Panggil yang lain. Turun ke lapangan.
"Wehh! Aiii .. siapa itu berani sekali maini bola ta nah? Cari masalah na ineh!"
28. Parit
Temanku yg paling suka diganggui sama Nawawi. Susah sekali marah sama orang kah baek sekali. Oont-oont ki juga iya. Paling sibuk menghibur kalo ada masalahnya orang.
"Dilla, sudah mii do'! Dia jii lagi. Emdede,, bisa jeko itu lupai nanti. Kah ada jeki juga di sini hiburko."
29. Nawi
Ini temanku paling sarap juga. Menduduki peringkat ke dua setelah ene di Panasarap Globel Award. Kalo berkata-katai pasti patotoai. Suka sekali bikin darah ta mendidih. Suka sekali juga ganggui orang.
"Weh, Dilla! Bisako tinggi-tinggi sedikit kah? Sessaku liatko menengadah
kayak gitu. Hahahahah!"
Grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!!!
30. Ipul
Paling pintar di kelasku. Makanan sehari-harinya mii itu pelajaran matematika. Kalo bicara pasti menusuk juga. Banyak fansnya juga di adek kelas.
Ipul: Ini toh, 3x+4y-5z distribusikan ki dulu ke sini. Trus eliminasikan mii. Trus nanti masukan hasilnya ke sini. Menger?
Saya: Nda!
Ipul: Ude-eh! Tolo na ine!
31. Takbar
Ini temanku yang gila sekali juga. Nda pernah bersih mulutnya. Saking na mamo bicara nda bersih. Kalo memanggil pake kata "Sod!"
"Bemana, Sod?"
Issengi !
32. Nukmang
Ini partner matematikanya Ipul. Kalo orang lain tengah sibuk-sibuknya gosip, dia sibuk kerja soal Sin Cos Tan. Murah senyum sekali kodong.
"Dilla, berapa Sin 145 ??"
Ko kira saya kalkulator nukmang??
33. Tulla
Partner gilanya ini Nawi. Kalo nda ada kau dengar suaranya, pasti tidur mii seng itu. Aneh-aneh kii juga. Cadel kayak Juwi tapi lebih parah pii ia Juwi. Huruf “i”-nya kayak olo'-olo' jappo bede! Hahahahaha..
"Dill, pinjamka dule catatan kimiamu. Nda mencatatka kemarin blah.."
34. Rano
Sang Ustad. Biar permsalahan PR Kewarganegaraan na kaitkan tong sama hadits dan ayat Al Qur'an. Kalo maccalla' mii itu Nawi sama Ipul, keluar mii ayatnya dia. Anehnya lagi, ada tong Parit yg setia dengar kii secara seksama meskipun mungkin nda menger tonji..
"Dila, kita itu sebagai hamba ALLAH harus selalu senantiasa mengingat-Nya. Jangan terlalu terbuai oleh keindahan dunia yang semu."
35. Diman
Orang misterius yang nda tau apa dipikirannya. Datang. Diam. Tapi untung nda dong-dong jii. Suka sekali pake headset biar ada guru. Cuek. Talekang. Tapi menghanyutkan juga.
"Ade', dengar saii ko ine lagu. Keren na kawe."
At last!
Ini dia Cometku. Kumpulan orang-orang aneh dengan berbagai karakter di dalamnya. Berbagai karakter yang justru membuat kelas kami begitu berbeda dari kelas yang lainnya. Seperti kaset lama yang sudah jarang terputar, seakan-akan saya merindukan mereka. Merindukan saat dimana Rene tertawa besar dengan Ucy. Saat Nawi menjahit jaket Parit saat praktek Tata Busana. Saat latihan drama dengan Ustad Rano. Saat melihat pertunjukan drama Fitriani. Tiba-tiba saja rasa rindu itu membuncah. Ingin melihat tawa mereka lagi. Ingin merasakan kehadiran mereka yang memecah kesunyian. Ingin mendengar perdebatan mereka tentang warna gorden kelas. Ingin melihat bagaimana cara mereka mengejek guru olahraga kami. Ingin melihat bagaimana keseriusan mereka saat pelajaran matematika. Saya benar-benar merindukan saat-saat itu.
Dan sekarang. Saat dimana jarak memisahkan kami. Dimana kesibukan seakan menelan
moment-moment itu. Saat dimana waktu mengantarkan kami di ujung kisah klasik Masa Putih Abu-Abu. Ingatan itu seperti de javu lagi bagiku. Saat memejamkan mata, yang saya rasakan adalah kegaduhan mereka. Cara mereka berteriak saat porsenika. Cara mereka mengomel saat ada tugas sekolah. Namun serta merta semua seakan memukulku dari belakang. Menyadarkanku bahwa semua sudah tidak seperti yang dulu. Tidak ada lagi
upacara sekolah setiap hari Senin. Tidak ada lagi acara bolos ke kantin sekolah. Tidak ada lagi acara strap depan pintu gerbang sekolah. Semua sudah berbeda. Semua sudah berubah. Lantas, perasaan rindu itu masih tetap saja ada. Entah bagaimana dengan mereka, yang pasti saya rindu suasana sekolah itu. Saya rindu dengan mereka yang pernah menjadi begian dari hidup saja sepanjang 20 tahun ini. Saya rindu dengan cara mereka mengkritik kesalahan saya. Saya rindu ejekan-ejakan mereka tentang saya.
Hidup cuma sekali. Masa-masa itu pun hanya sekali. Kalaupun terulang, mungkin tak akan sekonyol dan seindah dulu. Akan ada banyak perubahan di sana. Entah itu secara sadar atau tidak, namun jelaslah! Semua sudah tak sama. Masing-masing dari kami sudah menemui sosok teman yang baru. Sosok teman yang mungkin lebih baik dari saya, dia, mereka. Sosok teman yang mungkin membuat kamu, dia, kita, mereka lupa bahwa dulu pernah memiliki teman-teman yang mungkin tidak bisa dibanggakan tapi sangat menghangatkan. Semua sudah berubah. Tidak ada lagi yang sama. Sudah banyak konflik. Kesalahpahaman yang membuat jarak semakin menajauhkan kita satu sama lain. Tak ada masalah sebenarnya, jika kita kita saling memahami. Namun akhirnya saya sadar, ada bagian dari kita yang justru tidak mengerti sifat satu sama lain walaupun sudah hidup bersama selama 3 tahun. Dan seakan pun kita sudah bercera-berai. Kadang saya bertanya, bisakah kita menikah lagi? Supaya kebersamaan itu bisa terulang lagi. Walaupun mungkin rasanya sudah tak sama. Saya hanya berharap agar Tuhan tidak mengubah kenangan itu di hati saya, kamu, kalian, mereka, kami, kita. Saya berharap, kenangan itu akan tetap ada di hati kalian bukan di pikiran kalian. Karena kalian bisa saja lupa jika semua itu terletak di pikiran, namun jika di hati .. seperti apapunsemua akan tetap terukir di sana. Teman, kalian mungkin sudah menemukan teman-teman lain yang membuat kalian melupakan Comet. Namun cobalah tanyakan pada diri kalian sendiri, pernahkah kalian merindukannya? pernah kalian berpikir untuk kembali ke masa-masa itu? Sekali saja? Setidaknya saat kita tertawa saat Porsenika terakhir. saat kita merasa, bahwa persatuan kita benar-benar membuahkan hasil yang maksimal. Saya merindukan kalian, Comet! Mencoba melupakan kalian sama saja dengan "mengingat kembali kebersamaan kita" yang tertunda. Melupakan bukan hal yang mudah teman. Suatu hari nanti, saya, kamu, dia, mereka, kita akan mengingatnya lagi. Walaupun mungkin sekarang, entah sengaja ataupun tidak, kita mulai melupakan satu bagian dari lembar cerita di hidup kita.
Sampe terharuka baca ini dil, keren... hiks *tisu mana tisu*
BalasHapus